
Jual Rumah Depok Sukmajaya Cocok untuk Hunian
Jual Rumah DepokSukmajaya Cocok untuk Hunian - Salah satu alasan mengapa banyak orang kini mulai mencari hunian di area Depok adalah karena harga rumah di Jakarta yang terlampau mahal. Di antara banya...
SHM vs HGB Mana yang Paling Aman dan Menguntungkan untuk Anda - Saat sedang scrolling hunian di portal properti, Anda mungkin sering bertemu dua istilah yang selalu muncul terkait legalitas, yakni SHM dan HGB. Bagi sebagian orang, perbedaan harga yang cukup signifikan di antara keduanya sering kali menimbulkan pertanyaan. Mengapa rumah dengan lokasi dan tipe yang mirip bisa punya selisih harga yang lumayan hanya karena status sertifikatnya berbeda?
Memahami perbedaan antara Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Hak Guna Bangunan (HGB) sebenarnya adalah langkah awal yang penting bagi setiap calon pembeli properti di Indonesia. Ini bukan hanya perkara administrasi, tapi juga bagaimana Anda menyesuaikan pilihan aset dengan rencana jangka panjang keluarga.
Yuk, kita bahas karakteristik keduanya agar Anda bisa memutuskan mana yang paling pas dan menguntungkan untuk kebutuhan Anda!
Mari kita mulai dengan primadonanya para pencari rumah, yakni Sertifikat Hak Milik (SHM). SHM bisa dikatakan sebagai kasta tertinggi dalam kepemilikan properti. Sesuai namanya, SHM memberikan Anda hak penuh dan paling kuat atas tanah dan bangunan yang Anda beli. Mengapa SHM sangat diminati?
Jadi, jika Anda berencana membeli rumah untuk ditinggali selamanya sebagai hunian keluarga, SHM adalah pilihan yang tidak perlu diperdebatkan lagi. Perlu dicatat bahwa SHM hanya boleh dimiliki oleh Warga Negara Indonesia (WNI) dan tidak bisa dimiliki oleh Warga Negara Asing (WNA).
Berbeda dengan SHM, sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) berarti Anda diberikan izin untuk mendirikan dan memiliki bangunan di atas tanah yang bukan milik Anda sepenuhnya (misalnya milik negara atau pihak lain) dalam jangka waktu tertentu. Jika memiliki sertifikat HGB, artinya Anda memiliki hak atas bangunan yang didirikan di suatu tanah, tetapi tidak berkuasa atas tanah tersebut. Biasanya, HGB berlaku selama 30 tahun dan dapat diperpanjang lagi selama 20 tahun. Apa saja kelebihan HGB?
Baca : Tak Perlu Pakai Jasa Orang Lain, Begini Cara Mudah Ubah HGB ke SHM
Jawaban dari pertanyaan ini sangat bergantung pada tujuan Anda membeli properti tersebut.
Agar rencana Anda dalam memiliki properti tetap berjalan lancar dan aman di masa depan, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa langkah berikut sebelum melakukan kesepakatan:
Jika Anda tertarik pada properti dengan sertifikat HGB, cek secara detail kapan masa berlakunya habis. Jika sisa waktunya tinggal 2-3 tahun, Anda punya posisi tawar untuk meminta potongan harga kepada penjual karena Anda harus menanggung biaya perpanjangan nantinya.
Sebelum melakukan pembayaran uang muka (down payment), sangat disarankan untuk melakukan pengecekan ulang sertifikat ke Kantor Pertanahan (BPN) setempat atau melalui aplikasi resmi milik BPN. Langkah ini sangat krusial untuk memastikan bahwa sertifikat tersebut asli, tidak sedang terlibat sengketa, dan tidak sedang dalam status diagunkan di bank.
Proses peningkatan status dari HGB ke SHM atau balik nama sertifikat terkadang cukup menyita waktu dan energi jika diurus sendiri. Menggunakan jasa profesional seperti notaris/PPAT dapat membantu Anda menyelesaikan urusan legalitas dengan lebih rapi, cepat, dan transparan.
Pada akhirnya, baik SHM maupun HGB memiliki peran yang berbeda sesuai dengan kebutuhan Anda. SHM memberikan ketenangan pikiran melalui keamanan kepemilikan mutlak, cocok bagi Anda yang nantinya ingin mewariskan hunian untuk keluarga. Di sisi lain, HGB menawarkan fleksibilitas harga yang menarik, terutama bagi Anda yang berfokus pada kebutuhan komersial atau investasi jangka menengah. Kuncinya adalah menyelaraskan status sertifikat tersebut dengan rencana Anda ke depannya.
Tertarik melihat perbandingan unit properti dengan status SHM atau HGB secara langsung? Yuk scroll beragam jenis properti terlengkap hanya di Belirumah.co!
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan